Sinopsis
"Anak Semua Bangsa" adalah roman kedua dari Tetralogi Buru yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer saat mendekam di Pulau Buru. Novel ini mengisahkan pendewasaan pemikiran Minke, sang tokoh utama, yang mulai menyadari realitas penindasan kolonial di Hindia Belanda.
Minke yang awalnya begitu memuja peradaban Eropa, ditantang untuk "turun ke bawah" oleh Jean Marais dan bertemu dengan rakyat jelata yang tertindas. Buku ini mengeksplorasi konflik batin, semangat kebangsaan, dan tajamnya pena sebagai senjata melawan ketidakadilan.